Cialis Tadalafil Original

cialis

Apa itu Cialis?

Cialis adalah salah satu dari sekian banyak merek dagang yang didaftarkan untuk obat disfungsi ereksi bernama tadalafil. Berdasarkan reaksi kimianya, tadalafil juga termasuk kelompok PDE-5 inhibitor.

Dalam lingkup nasional, pemegang hak edar resminya adalah Bayer Indonesia. Cialis baru jadi obat disfungsi ereksi legal di Indonesia pada akhir tahun 2014.

Walaupun tergolong obat keras, yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, pemasaran Cialis ilegal di sini telah berlangsung hampir satu dekade lamanya.

Apa Fungsi / Manfaatnya?

Menurut produsennya, Eli Lilly, hanya ada dua manfaatnya. Pertama, mengobati disfungsi ereksi (erectile dysfunction – ED), serta Kedua, menangani gejala dan simptom pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia – BPH).

Obat dapat digunakan untuk menangani salah satu atau kedua jenis keluhan (ED + BPH) sekaligus.

Bagaimana Kinerjanya?

Cialis memang telah terbukti efektif membangkitkan ereksi, namun kadang ereksi tidak tercapai pada pemakaian awal. Urolog biasanya menyarankan Anda untuk mencobanya hingga 8 kali sebelum berpindah obat.

Seberapa Cepat Reaksinya?

Umumnya waktu reaksi tadalafil sekitar 1 jam. Beberapa orang melaporkan bahwa hasilnya justru lebih bagus bila reaksinya baru terlihat setelah 2 – 3 jam. Setelah bereaksi, efektivitas bahan mampu bertahan antara 24 – 36 jam.

Setelah itu, residunya akan tetap berada dalam tubuh selama 2 hari sebelum akhirnya terbuang oleh sistem metabolisme. Sisa-sisa bahan bisa mengendap lebih lama bila Anda memiliki masalah sakit ginjal atau liver.

Apa Efek Sampingnya?

Efek samping Cialis biasanya ringan dan tak berbahaya. Paling sering berupa keluhan sakit kepala, wajah memerah (flushing), gangguan pencernaan dan yang agak jarang adalah sakit punggung.

Setelah beberapa jam efek samping tersebut akan mereda. Khusus untuk sakit punggung, biasanya akan menghilang dalam 1 – 2 hari.

“Demi kebaikan bersama, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Cialis.”

Amankah bagi Penderita Diabetes atau Sakit Lainnya?

Angin segar bagi para lelaki setengah baya, khususnya penderita diabetes melitus tipe 1 maupun tipe 2. Kesimpulan penelitian yang dimuat di American Diabetes Association mengatakan, Cialis dipastikan aman bagi penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Selanjutnya, obat juga boleh digunakan mereka yang memiliki gangguan penyakit seperti,

  • hipertensi (tekanan darah tinggi),
  • kanker prostat (prostatectomy,)
  • sakit jantung atau pembuluh darah,
  • kolesterol tinggi.

“Ketika aktif tadalafil justru sedikit menurunkan tekanan darah. Inilah alasan mengapa penderita beberapa penyakit di atas diijinkan menggunakannya.”

Sebaliknya bila Anda menderita tekanan darah rendah, sangat dianjurkan untuk tidak memakainya. Larangan keras juga berlaku bila Anda sedang memakai obat-obatannitrates, karena resikonya cukup fatal.

Apakah Cialis Dapat Menyembuhkan Disfungsi Ereksi?

Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Sexual Medicine (2013) menunjukkan, tak hanya sekadar solusi ED sementara, Cialis bahkan dapat menyembuhkan disfungsi ereksi, khususnya yang disebabkan faktor fisik.Sedangkan bila faktor psikologis dan masalah hormonal yang menjadi penyebab disfungsi ereksi, maka Cialis tak bisa bekerja sendiri dan memerlukan dukungan terapi pengobatan lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.